Bagi remaja yang gemar online hingga larut malam patut waspada.
Pasalnya, sebuah studi mengungkap remaja yang kerap begadang demi
browsing di internet memiliki potensi gangguan mental. Gangguan itu
ditenggarai peneliti karena porsi tidur yang kurang.
Menurut temuan studi tersebut, durasi tidur 20.000 remaja berusia 17-24 tahun tak kurang dari lima jam. Peneliti berasumsi minimnya porsi tidur bila dilakukan lebih dari tiga kali menyebabkan resiko mengalami gangguan psikologi.
Menurut temuan studi tersebut, durasi tidur 20.000 remaja berusia 17-24 tahun tak kurang dari lima jam. Peneliti berasumsi minimnya porsi tidur bila dilakukan lebih dari tiga kali menyebabkan resiko mengalami gangguan psikologi.
Studi yang dipublikasikan Journal Sleep ini berhubungan dengan kenaikan resiko stres sebesar 14 persen. Professor Nicholas Glozier, pemimpin riset tersebut mengatakan gangguan tidur seperti insomnia merupakan tahapan dari pengembangan depresi dan rasa gelisah. "Kurang tidur juga berhubungan dengan gangguan kesehatan mental," ungkapnya seperti dikutip dari Dailymail, Kamis (2/9).
Glozier menerangkan kebanyakan gangguan mental datang dan pergi lantara ketiadaan penanganan yang tepat. Karena itu, pihaknya merasa tertarik untuk mengembangkan penelitian tentang gangguan tidur.
Glozier percaya gangguan tidur memberikan sumbangan besar terhadap rasa depresi yang dialami seseorang. "Sebagian besar pasien saya merupakan penggila Facebook dan pemain game kelas berat dimana mereka asyik online hingga larut malam. Sementara mereka harus bangun pukul 7 pagi," kata dia
Glozier menjelaskan berbeda dengan individu berusia tua dan paruh baya, individu remaja memang sulit untuk tidur lebih lama. Kesulitan itu kemudian mengawali masalah pada tidur. Masalah tidur, kata Glozier, kemudian berlanjut pada gangguan lainnya. "Sebagian besar remaja memiliki masalah tidur sebagai akibat dari gangguan sebelumnya," katanya.
Bisa dilihat, kata Glozier, jumlah waktu yang dihabiskan remaja untuk online telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir dan sebagian didorong oleh pertumbuhan situs jaringan sosial. Dia mengungkap angka terbaru menunjukkan bahwa rata-rata pengguna internet di Inggris menghabiskan lebih dari enam jam setiap bulan untuk mengakses situs seperti Facebook dan Twitter. Rata-rata terparah tercatat remaja Australia dengan rata-rata akses internet 7 jam per bulan.
Profesor Glozier bersama tim riset dari Sydney's-Woolcock Institute dan Brain and Mind Research Institute kemudian merintis sebuah metode baru untuk memperbaiki jam tidur individu sehingga mencegah resiko kesehatan mental mereka. Pasien diobati dengan terapi sinar matahari di pagi hari untuk mengaktifkan hormon melatonin guna membantu mereka tidur lebih awal.
Artikel Menarik Lainnya:
Berita
- Paket Bom Meledak Di Kantor Ulil JIL, Tangan Kasatreskrim Jakarta Timur Putus
- 3 Jaksa Kasus Kasus Bahasyim Diberi Sanksi Berat
- Pendiri Wikileaks Ditahan Polisi Inggris
- Daftar Pemenang FFI 2010 | Piala Citra 2010
- Nominasi Pemain Terbaik FIFA Ballon d'Or 2010
- 40 Orang Terkaya Di Indonesia 2010
- Jadwal Lengkap Piala AFF 2010
- Gunung Bromo Meletus
- Busyro Muqoddas Terpilih Sebagai Pimpinan KPK
- Negara Paling Miskin Di Dunia 2010
- 10 Provinsi Paling Miskin Di Indonesia
- Foto Bugil Dewi Persik Beredar Di Internet
- Hasil Pertandingan Persahabatan Indonesia vs China Taipei 24 November 2010
- Kronologis Terjadinya Gangguan Sistem Garuda Indonesia
- 10 Kota Paling Mahal Di Asia
- 10 Negara Paling Kaya Di Dunia
- Nama-Nama Pelaku Perampokan Bank CIMB Niaga Yang Ditangkap
- PLN Akan Bangun Tower Listrik Tertinggi Di Dunia
- Pemerintah Akan Tentukan 1 Syawal 1431 H Setelah Sidang Isbat
- Inilah Hasil Pertemuan Kinabalu Antara Republik Indonesia (RI) - Malaysia
- Gara-Gara Lihat Paha Mulus Sharapova, Konsentrasi Ball Boy US Open Terganggu
- Inilah Kesalahan Fatal Yang Dilakukan Malaysia Kepada Indonesia
- Malaysia Ternyata Siap Berperang Dengan Indonesia
- Heboh Munculnya UFO Selama 3 Jam Di China
- 1 Syawal 1431 Diprediksi Akan Bersamaan Yaitu Tanggal 10 September 2010